Kapten:
- Muhammad Maksum
- Joshua Jordy C
- Gabriella Dwi A.S
- Gangsar S.D
- Zefal Muhammad
- Ryan Ardian
- Tika Mulyaningsih
- Belinda Dewi
- Bimo Adi Kresno
- M.Rifqi Aufan
- Putri K
Bacalah kisah kami!!
Rabu, tanggal 12 bulan Desember tahun 2012 sekelompok anak petualang dari bangsa Indonesia melakukan sebuah petualangan. Pada pukul 09.15 WIB kami berangkat dari stasiun Purwosari,Solo menuju stasiun Tugu, Jogjakarta. Sekitar 2 jam perjalanan kami tiba di Jogja dan siap berpetualang. Namun saat kami akan memulai petualang kami diserang oleh kawanan nafsu lapar, hingga kami harus menunda perjalanan kami. Mereka berkata "beri kami tenaga atau kalian tidak bisa melanjutkan petualangan kalian", isyarat itu membuat kami harus melayani permintaan mereka. Setelah kami menakhlukkan mereka kami mengupas tuntas sejarah yang terkandung dalam benteng Vredeburg, disatu sisi kapten kami Joshua melihat sosok makhluk gaib berwujud centaur (manusia setengah kuda). Joshua berusaha berkomunikasi dengan makhluk itu, makhluk itu memberitahu tentang jalur yang dilewati saat tahanan masuk dan kami disarankan ke tempat itu pada malam hari. Sekitar jam 1 lebih kami ingin sekali mengetahui sejarah keraton di Jogjakarta, namun sekelompok air dari langit mengeroyok kami hingga kami harus mengurungkan niat kami, karena kami juga harus mempertimbangkan kondisi Gabby dan Bimo yang sedang sakit. Akhirnya kami putuskan untuk ikut Kapten Maksum mencari sebuah sepatu di Ambarukmo Plaza sekaligus mengisi tenaga, namun saat didekat pintu masuk tiba-tiba saja Joshua hampir diserang oleh rongsokan bermesin yang dikendalikan oleh manusia. Setelah mengisi tenaga, kami berpencar. Joshua,Gabby,Bimo,dan Rifqi mencari ramuan dengan harga mahal. Ryan,Gangsar,Putri mencari makanan berjenis ayam yang saat digigit mengeluarkan bunyi kehancuran. Sedangkan Maksum,Zefal,Tika,Belinda mencari sebuah sepatu dengan harga super namun karena harganya yang terlalu super mereka menunda untuk membelinya. Sekitar jam 4 kami menuju stasiun Maguwo, namun kami diperdaya oleh jalanan berkelok dengan jalur berbeda seperti labirin hingga kami memasuki sebuah lapangan besar tempat berlabuh rongsokan besar yang bisa terbang. Namun kami diberitahu kunci jalan keluar oleh seorang penjaga pintu. Akhirnya sekitar jam 6 kami pulang menaiki sebuah rongsokan panjang yang berjalan diatas besi panjang. Petualangan kami begitu melelahkan dan penuh adrenalin, tunggu petualangan kami berikutnya.
Sedasa Kaleh Generations 7:)



0 komentar:
Posting Komentar